PROVIDER HOSTING

PROVIDER HOSTING
Penyedia Layanan Hosting, Domain, Reseller Hosting Professional

19 Jun 2012

SH Terate | Empat Jam Jalintim Lumpuh

KAYUAGUNG - Ribuan orang mengaku dari kelompok Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), pukul 11.00 WIB, kemarin (18/6), melakukan penyerangan dengan mendatangi Desa Pematang Panggang, Mesuji, Ogan Komering Ilir (OKI). Aksi tersebut sebagai serangan balasan atas tewasnya seorang anggota mereka, pukul 17.00 WIB, Minggu (17/6).

Anggota PSHT yang tewas itu, Darmansyah (bukan dua orang seperti diberitakan sebelumnya, red). Kemarin, pria 33 tahun tersebut sudah dibawa keluarganya ke Kalianda, Lampung. Sedangkan delapan lainnya menderita luka-luka, yakni Amin Agung, Suhari, Mujidin, Deni, Dodi, Ibrahim, Heri Susanto, dan Suhara. 

Nah, dalam aksi bentrok kemarin, satu anggota PSHT kembali menjadi korban. Ia Ahmad Effendi (33), mengalami luka tembak pada betis kanan.
Kejadiannya sendiri bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Ketika itu, kelompok anggota PSHT dengan mengendarai sepeda motor dan mobil yang dilengkapi senjata tajam berupa golok, pedang, tombak, dan senjata api (senpi) rakitan melakukan penyerangan dengan mendatangi Desa Pematang Panggang, Mesuji OKI.

Kedatangan ribuan anggota PSHT tersebut, terkait bentrok antara warga Desa Pematang Panggang yang menyerang PSHT saat tengah latihan di Desa Surya Adi, Kecamatan Mesuji sehari sebelumnya, Minggu (17/6). Hanya, setelah ribuan anggota  PSHT sampai di dusun I, gerakan mereka terhalang oleh petugas. Sementara di depannya, sudah ada ribuan warga Pematang Panggang.

Memang, petugas berhasil menahan massa hingga tak terjadi bentrok. Kedua massa sempat bertahan di tengah jalan lintas timur sehingga selama empat jam jalintim lumpuh total.

Setelah empat jam, suasana semakin panas. Kapolres OKI AKBP Agus Fatchulloh SIk, didampingi Dandim 0402 OKI Letkol Inf Singamaraja Simanjuntak, Wakapolres Kompol Indra Duaman berusaha mendamaikan kedua belah pihak. Akhirnya, Kades Pematang Panggang, Abdullah Kadir  dengan perwakilan PSHT melakukan kesepakatan agar menenangkan massanya masing-masing.

Kapolres minta warga pulang ke rumah masing-masing. Kapolres juga meminta  kedua massa untuk tidak saling serang yang bisa menimbulkan banyak korban.

Atas permintaan tersebut, kelompok PSHT dan warga Pematang Panggang sepakat membubarkan diri. Kelompok PSHT langsung berkumpul kembali ke lapangan bola kaki di Blok C Desa Surya Adi, Mesuji.
Menurut beberapa warga Desa Pematang Panggang, mereka tetap waspada dan berjaga-jaga. “Kami berharap pihak terkait dapat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.”

Pascakedua belah pihak membubarkan diri, Pasar Desa Surya Adi maupun Pasar Desa Pematang Panggang tidak ada aktivitas. Semua toko, ruko, rumah makan di dua desa tersebut tutup. Bahkan, penduduk lari untuk menyelamatkan diri ke desa tetangga dan bersembunyi masuk hutan.

Kapolres OKI AKBP Agus Fatchulloh SIk didampingi Wakapolres Kompol Indra Duaman dan Kapolsek Mesuji AKP H Dwi Handoko SH menegaskan, kondisi Desa Pematang Panggang masih kondusif. “Belum ada yang kita tahan. Kita masih meredam kedua belah pihak agar tidak terjadi yang tidak kita inginkan,” kata Agus.

Perwakilan Pemkab OKI, Hj Tartilah Ishak didampingi Ketua IPSI OKI, H Muslim SE MSi kemarin menjenguk para korban bentrok yang masih dirawat di RSUD Kayuagung. “Pemerintah akan membayar semua ongkos perawatan semua korban,” ujar Muslim.

Muslim juga menyesalkan kejadian tersebut. “Kita sudah meminta Ketua PSHT Sumsel untuk menenangkan anggota PSHT OKI dan alhamdulillah akhirnya berhasil diredam dan kedua belah pihak,” ujarnya.
Perwakilan Pemkab OKI, Minggu malam sudah turun ke lokasi. “Saya masih melakukan koordinasi dengan Kapolres dan Dandim,” Sekda OKI Ir H Ruslan Bahri MT.

Terpisah, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Dikdik M Arief Mansur melalui pejabat sementara Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova menjelaskan, kondisi terakhir di Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI masih bisa dikendalikan. “Sampai sekarang masih dilakukan penjagaan oleh aparat kepolisian dari Polres OKI dan Polsek Mesuji. Kita belum turun untuk back up Polres OKI. Untuk penanganannya kita serahkan kepada polres. Kalau perlu bantuan kita back up.”

Untuk penegakan hukum, kata Djarot, pihaknya menunggu dulu kondisi yang pas untuk melakukan penyelidikan. “Tidak mungkin kita lakukan sekarang penegakan hukum di sana. Hingga sekarang belum ada tersangka atas kejadian bentrokan ini.” (hak/cj12/ce1)
sumber : http://sumeks.co.id

1 komentar: