Rumah Musafir Ilmu

Tutorial,Skripsi,Download Materi, dll

KPK melawan Keangkuhan KEKUASAAN NKRI

Pimpinan KPK Ikut Saweran - kurang dari 24 jam dapet 29 juta


JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak tinggal diam dalam penggalangan dana saweran yang dilakukan masyarakat untuk pembangunan gedung baru komisi antikorupsi itu. Lima orang dengan jabatan tertinggi di komisi antirasuah tersebut berkomitmen memotong gaji untuk ikut menyumbang bersama masyarakat lainnya.

    ’’Pada level pimpinan ada hasrat untuk berpartisipasi bersama people power membangun gedung KPK yang mandiri,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dalam pesan singkatnya kepada wartawan kemarin (27/6).

    Menurut dia, meski KPK tidak mau mengelola sumbangan yang akan diberikan, hal itu merupakan simbol solidaritas jajaran KPK bersama masyarakat. Busyro menyatakan, jajaran KPK ingin bersatu dengan masyarakat menggalang aksi moral untuk menghadapi keangkuhan kekuasaan politik.

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2006 yang telah diubah dengan PP No. 36/2009, pimpinan KPK mendapatkan gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan kehormatan setiap bulan.

    Busyro cs juga mendapatkan sejumlah tunjangan fasilitas seperti rumah, transportasi, asuransi, dan tunjangan hari tua. Jika dijumlahkan, total gaji yang diterima seorang ketua KPK, yakni Abraham Samad, adalah Rp70.225.000, sementara para wakilnya mendapat Rp63.117.500.

    Gerakan moral penggalangan dana itu sendiri rupanya cukup mendapatkan respons dari masyarakat. Itu terlihat dari uang yang terkumpul melalui rekening 0056124374 Bank BNI cabang Melawai atas nama perkumpulan Indonesia Corruption Watch (ICW). Sejak dibuka pada Selasa pukul 21.00 hingga Rabu pukul 15.00, tercatat transfer sejumlah Rp28.925.794.

    Sementara uang cash yang terkumpul berjumlah Rp83.700. Selain itu juga diterima melalui wesel sejumlah Rp184.400. ICW akan meng-update perolehan dana untuk gedung baru KPK itu setiap hari pukul 15.00 sebagai bentuk transparansi.

    Koordinator Divisi Kampanye dan Penggalangan Dana ICW Illian Deta Arthasari mengatakan, uang tersebut tidak akan dipakai untuk kepentingan lain dan dikumpulkan saja. Sampai kapan aksi penggalangan dana itu? ’’Aksi (terus) dilakukan melihat perkembangan gedung KPK (pembahasan di DPR, Red),” katanya kepada Jawa Pos (grup Radar Lampung) kemarin.

    Di bagian lain, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengikuti pemberitaan seputar dana untuk pembangunan gedung baru KPK. Namun, presiden memilih untuk mengembalikan kepada prosedur yang ada.

      Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menuturkan, pembangunan suatu gedung memiliki alasan dan rasionalitasnya. Misalnya kelayakan bangunan, meningkatnya kebutuhan, dan bertambahnya jumlah pegawai. ’’Ini bukan hanya untuk KPK, tetapi buat seluruh instansi atau semua daerah,” kata dia.

    Julian mengaku tidak bisa mengatakan apakah presiden mendukung atau tidak gerakan penggalangan dana itu. ’’Kita serahkan pada mekanisme bagaimana kelaziman pengadaan gedung-gedung,” ujarnya.

    Sementara itu, para politikus DPR sama sekali tak terpengaruh gerakan pengumpulan koin dari masyarakat untuk KPK. Ketua Komisi III I Gede Pasek Suwardika mengaku pihaknya tak terpengaruh dengan gerakan publik yang semakin menguat.

    ’’Saya tidak ngurusi gerakan itu. Biarlah mereka yang sibuk,’’ kata Pasek di gedung KPK kemarin. Kedatangan Pasek ke gedung komisi antirasuah itu sebenarnya untuk mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang diperiksa terkait kasus Hambalang. (Radarlampung/jpnn/c1/ary)
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "KPK melawan Keangkuhan KEKUASAAN NKRI"

TINGGALKAN KOMENTAR DISINI

PROVIDER HOSTING

PROVIDER HOSTING
Penyedia Layanan Hosting, Domain, Reseller Hosting Professional
 
Support By Pringsewu Host
Back To Top