Rumah Musafir Ilmu

Tutorial,Skripsi,Download Materi, dll

Rehat Bersama Kyai Kocak_ "Sunan Kudus Salah Orang”

Alkisah,disuatu pondok pesantren di desa Sumber waras(wkwkwk nama desanya ngarang bangets),hiduplah seorang kyai disebuah pondok pesantren di desa itu.Pak kyai itu sangat terkenal karena kecerdikan dan ilmu agamanya yang tinggi, tapi tetap rendah hati.

suatu hari,di pondok pesantren itu,
“Pak kyai, mohon maaf, ada salam dari Sunan Kudus”, staf pondok mengadu.

”Wa’alaikumussalam. Se se se, kok bisa?”, kyai heran.

”Tadi malam saya mimpi didatangi kanjeng Sunan”, staf pondok melanjutkan.

”Ooo ... ya ya ya. Sampeyan hebat. Jarang-jarang itu. Ngomong apa saja kenjeng Sunan?”, kyai memuji. Staf pondok besar kepala. Hidungnya mekar bak krupuk baru dijerang di atas wajan, merekah ke kanan dan ke kiri.

“Anu kyai, anu…”, staf pondok ingin melanjutkan pembicaraan tapi kelihatan ragu.

“Lah, gimana toh kanjeng Sunan. Jauh-jauh nemuin sampeyan, cuma ngomong anu … anu”, kyai menangkap gelagat aneh. Feelingnya sebagai kyai seperti memberi signal something wrong.

“Anu kyai, kanjeng Sunan titip pesan supaya kyai mengangkat saya jadi ketua asrama”, terbuka juga mulut staf pondok.

“Piye toh, ketua asrama yang lama masih harus menjabat enam bulan lagi”, kyai mulai curigation.

“Maksudnya kanjeng Sunan, untuk masa jabatan lima tahun berikutnya, kyai”, staf pondok buru-buru memberikan klarifikasi.

“Masya Allaaaah, kanjeng Sunan sangat perhatian pada pesantren saya rupanya. Sampe urusan ketua asrama saja harus turun tangan”, kyai memvibrasi relaksasi. Staf pondok kelihatan tenang lagi.

“Maaf kyai, jika kyai tidak berkenan, tidak apa-apa. Saya pun bukan orang yang ambisi jabatan. Hanya saja, tidak enak jika pesan kanjeng Sunan tidak disampaikan. Saya merasa sulit untuk meyakinkan karena pesan kanjeng Sunan hanya lewat mimpi”, vibrasi kyai rupanya manjur. Staf pondok kelihatan lebih tenang dan enjoy.

”Iya iya iya ... siapa nama sampeyan?”, kyai memberi stimulus supaya staf pondok itu percaya diri.

”Mahfudz, pak kyai”, staf pondok menjawab mantap.

”Pa Mahfudz, jam berapa kanjeng Sunan datang dalam mimpi sampeyan?”, signal something wrong di balik sorban kyai makin kenceng.

”Jam dua pagi kyai, persis setengah jam saya terlelap setelah saya tahajjud”, staf pondok meyakinkan kyai sambil melaporkan bahwa ia rajin tahajjud. Menurutnya, trik memperdaya kyai harus dengan pisau analisis agama.

”Jam berapa sampeyan bangun?”, kyai mencari celah. Akal cerdiknya mulai epektif bekerja.

”Jam tiga kurang seprapat, kyai”, staf pondok makin yakin bahwa triknya akan berhasil. Isi kepalanya sudah penuh sesak dengan ambisi sebagai kepala asrama.

”Ohhh panteeees”, kyai senyam senyum.

”Pantes apa kyai?”, staf pondok sedikit binggung. Sesungguhnya ia tidak sadar tengah diledek kyai.

”Jam tiga kurang sepuluh kanjeng Sunan nemui saya tergopoh-gopoh dalam mimpi. Wajahnya sampe keringetan sebesar besar biji jagung. Niatnya kanjeng Sunan mau nemui sampeyan lagi, tapi sampeyan sudah keburu bangun”, kyai ingin segera menunjukkan bahwa ia bukan kyai cere. Kyai harus punya segudang jurus menghadapi kelihaian pesilat amatiran.

“Terus, nemui kyai begitu?”, nah, staf pondok mulai kehilangan kesabaran.

“Persis!”, kyai memberi harapan semu.

“Lalu, apa kanjeng Sunan bicara soal ketua asrama?”, staf pondok mulai penasaran.

“Persis!”, kyai makin senang.

“Ah, berarti saya tidak perlu lagi merasa tidak enak hati. Sebab kanjeng Sunan berkenan menyampaikannya langsung pada kyai”, kena. Staf pondok meyakinkan dirinya, bahwa upayanya akan berhasil 100%.

”Ya, tapi kanjeng Sunan yang jadi engga enak sama sampeyan”, kyai mulai menyentil-nyentil emosi staf pondok. Sedikit-sedikit dan perlahan lahan.

”Mengapa begitu, kyai?”, staf pondok kelihatan mulai gelisah.

”Kanjeng sunan titip pesan pada saya, minta maaf pada sampeyan”, kyai mulai meningkatkan sentilannya.

”Soal apa kyai?”, staf pondok sudah masuk jebakan.

”Yoo, soal ketua asrama. Kanjeng Sunan minta maaf, beliau salah orang. Maksudnya Sunan mau nemui Mahmud, eh malah Mahfudz. Makanya kanjeng Sunan nemui saya buat nyempein pesan ini”, kyai menyudahi pertarungan dengan bahsa yang dilembut-lembutkan.

”Ah, gak mungkin kyai, masa, Sunan bisa salah milih orang?”, kayaknya staf pondok ngeyel.

”Yo sampeyan tanya sama kanjeng Sunan sana. Jangan sama saya!”.

wkwkwkkkw.,kyai dilawan,.,.^_^

(episode Rehat Bersama Kyai Kocak_ "Sunan Kudus Salah Orang” tamat )

Original story : Abdul Mutaqin

Editing By : Randy d'hotory
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Rehat Bersama Kyai Kocak_ "Sunan Kudus Salah Orang”"

TINGGALKAN KOMENTAR DISINI

PROVIDER HOSTING

PROVIDER HOSTING
Penyedia Layanan Hosting, Domain, Reseller Hosting Professional
 
Support By Pringsewu Host
Back To Top