Rumah Musafir Ilmu

Tutorial,Skripsi,Download Materi, dll

KISAH IMAM SYAFII KE-7

KISAH IMAM SYAFII KE-7 - Hallo sahabat Rumah Musafir Ilmu, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul KISAH IMAM SYAFII KE-7, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Al Islam, Artikel Cerita Sufi, Artikel Kisah 4 Madzhab, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : KISAH IMAM SYAFII KE-7
link : KISAH IMAM SYAFII KE-7

Baca juga


KISAH IMAM SYAFII KE-7


Imam Syafi’i r.a. (150H – 204H )VII

Sahabat dan murid-murid Beliau

Ar Rabi’i bin Sulaiman al Muradi (174 – 270 H)

Beliau ini adalah murid langsung dari Imam Syafi’i Rhl., dibawa dari Bagdad sampai ke Mesir. lahir tahun 174H. (wafat tahun 270 H.).
Beliau inilah yang membantu Imam Syafi’i Rhl. menulis kitabnya Al Umm dan kitab Ushul Fiqih yang pertama di dunia, yaitu Kitab Risalah al Jadidah.
Berkata Muhammad bin Hamdan : “Saya datang ke rumah Rabi’I pada suatu hari, di mana didapati di hadapan rumahnya 700 kendaraan membawa orang yang datang mempelaja,ri kitab Syafi’i dari beliau”.

Ini suatu bukti bahwa Ar Rabi’i bin Sulaiman al Muradi adalah seorang yang utama, penyiar dan penyebar Madzhab Syafi’i Rhl. dalam abad-abadnya yang pertama.
Tersebut dalam kitab Al Majmu’ halaman 70, kalau ada perkataan “sahabat kita ar Rabi’i” maka maksudnya adalah Ar Rabi’i bin Sulaiman al Muradi ini.
Di dalam kitab Al Muhadzab tidak ada “Ar Rabi’i selain ar Rabi’i ini, kecuali satu Ar Rabi’i dalam masalah menyamak kulit yang bukan Ar Rabi’i ini, tetapi Ar Rabi’i bin Sulaiman al Jizi. (Beliau ini adalah sahabat Imam Syafi’i Rhl. juga).

Al Muzany (175 – 264 H)

Nama lengkap beliau adalah Imam Abu lbrahim Ismail bin Yatya Al Muzani, lahir di Mesir 175 H dan 25 tahun lebih muda dari Imam Syafi’i Rhl.
Imam Syafi’i Rhl. pernah berkata tentang sahabatnya ini, bahwa Al Muzani adalah pembela Madzhabnya.
Setelah Imam al Buwaithi ditangkap maka al Muzany menggantikan kedudukannya dalam halakah Imam syafi’i itu sampai beliau wafat pada tahun 264 H. (60 tahun terkemudian dari Imam Syafi’ i Rhl.).
Beliau adalah seorang ulama yang saleh, zuhud dan rendah hati. Beliau banyak mengarang kitab fiqih Syafi’ iyah, seumpama :
l. Al Jami’ al Kabir.
2. Al Jami’ as Shagir.
3. Al Mukhtashar.
4. Al Mantsur.
5. At Targib til trmu
6. Kitabul Watsaiq.
7. Al Masail al Mu’tabarah.
8. Dan lain-lain.

Al Humaidi (wafat 219H)


Nama langkap beliau adalah Abdullah bin Zuber bin Isa Abu Bakar al Humaidi. Beliau adalah juga murid langsung dari Iman Syafi’i Rahimahullah.
Beliaulah yang membawa dan mengembangkan Madzhab Syafi’i ketika di Mekkah, sehingga beliau diangkat menjadi Mufti Mekkah. Wafat di Mekkah pada tahun 219 H.
Inilah di antaranya murid-murid langsung dari Imam Syafi’i Rhl. yang kemudian menjadi Ulama Besar dan tetap teguh memegang Madzhab Syafi’i.
Dengan perantaraan beliau-beliau inilah Madzhab Syafi’i tersiar luas ke pelosok-pelosok dunia Islam terutama ke bagian Timur dari Hijaz, yaitu ke lraq, ke Khurasan, ke Maawara an Nahr, ke Adzerbaijan, ke Tabristan, juga ke Sind, ke Afganistan, ke India, ke Yaman dan terus ke Hadaramaut, ke  Pakistan, India dan Indonesia.
Beliau-beliau ini menyiarkan Madzhab Syafi’i dengan lisan dan tulisan. Selain dari itu ada dua orang murid Imam Syafi’i Rhl., yaitu Ahmad bin Hanbal, (wafat 241) yang kemudian ternyata membentuk madzhab sendiri yang kemudian dikenal dengan nama Madzhab Hanbali. Yang kedua Syeikh Muhammad bin Abdul Hakam, seorang Ulama murid langsung dari Imain Syafi’i Rhl. yang ilmunya tidak kalah dari al Buwaithi. Beliau ini pada akhir umurnya berpindah ke Madzhab Maliki dan wafat dalam tahun 268 H. di Mesir.
Nama iengkap beliau adalah Abu Ya’kub Yusuf bin Yahya al Buwaithi, lahir di desa Buwaith (Mesir) wafat 231 H.
Beliau ini adalah murid langsung dari Imam Syafi’i Rhl sederajat dengan Ar Rabi’i bin Sulaiman al Muradi.
Imam Syafi’i berkata: “Tidak seorang juga yang lebih berhak atas kedudukanku melebihi dari Yusuf bin Yahya al Buwaithi”, dan Imam Syafi’i Rhl. berwasiat, manakala beliau wafat maka yang akan menggantikan kedudukan beliau sebagai pengajar adalah Al Buwaithi ini.
Beliau menggantikan Imam Syafi’i Rhl. berpuluh tahun dan pada akhir umur beliau ditangkap lantaran persoalan “fitnah Quran”, yaitu tentang makhluk atau tidaknya Quran yang digerakkan oleh kaum Mu’tazilah.
Akhirnya al Buwaithi ditangkap oleh Khalifah yang pro faham Mu’tazilah, lalu dibawa dengan ikatan rantai pada tubuhnya ke Bagdad. Beliau meninggal dalam penjara di Bagdad tahun 231 H.
Beliau syahid karena mempertahankan kepercayaan dan i’itiqad beliau, yaitu i’tiqad kaum ahlussunnah wal Jama’ah yang mempercayai bahwa Quran itu adalah kalam Allah yang Qadim, bukan “ciptaan Allah”, (makhluk).

Al Asy’ari (250 – 324 H)


Nama lengkap beliau adalah ‘Ali bin Isma’il bin Abi Basyar Abul Hasan al Asy’ari, lahir tahun 250 H. di Basrah (Iraq).
Inilah Ulama besar dalam Ilmu Usuluddin, perumus dan pembela faham Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu faham Nabi, sahabat-sahabat dan tabi’in yang banyak.
Dalam furu’ syari’at beliau pnganut yang kuat dari Madzhab Syafi’i. Beliau belajar fiqih kepada Abu Ishaq al Marwadzi, demikian dikatakan oleh Ustadz Abu Bakar bin Furak pengarang kitab Tabaqatul Mutakallimin, dan demikian juga dikatakan oleh Ustadz Abu Ishaq al Arfaraini sebagai yang dinukilkan oleh Syeikh Abu Muhammad al Junaidi dalam kitab Syarah Risalah.
Abu Hasan al Asy’ari adalah seorang Ulama Besar, ikutan ratusan juta umat Islam dari dulu sampai sekarang, karena beliau yang menjadi Imam kaum Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai lawan dari kaum Mu’tazilah, kaum Syi’ah, kau’m Mujassimah, dan lain-lain firqah yang sesat.
Walaupun beliau seorang Imam Besar dalam usuluddin, tetapi dalam furu’ syari’at beliau  menganut dan mempertahankan Madzhab Syafi’i Rahimahullah


Demikianlah Artikel KISAH IMAM SYAFII KE-7

Sekianlah artikel KISAH IMAM SYAFII KE-7 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel KISAH IMAM SYAFII KE-7 dengan alamat link http://bismillah-go.blogspot.com/2012/09/kisah-imam-syafii-ke-7.html
Bagikan :
+
2 Komentar untuk "KISAH IMAM SYAFII KE-7"

Info yang sangat bermanfaat,selama ini ane cuma mengikuti saja tanpa tau siapa beliau.terima kasih atas tulisannya

terimakasih atas silaturrahimnya,
smoga dapat membawa manfaat buat kita smua :)

TINGGALKAN KOMENTAR DISINI

PROVIDER HOSTING

PROVIDER HOSTING
Penyedia Layanan Hosting, Domain, Reseller Hosting Professional
 
Support By Pringsewu Host
Back To Top